Belajar dari Merek Kobe : Menciptakan Loyalitas Melalui Experential Marketing - Metamorfosa.id

Belajar dari Merek Kobe : Menciptakan Loyalitas Melalui Experential Marketing

Sebuah Cerita Bisnis Menarik dari Brand Kobe dalam Mempertahankan Konsumennya

Kobe adalah sebuah brand yang telah menjadi pionir dalam industri tepung ayam goreng di Indonesia.

Eksistensi merek Kobe dibuktikan dengan keberhasilan mereka meraih Top Brand Award untuk kategori tepung ayam berkali-kali, berdasarkan riset Frontier Consulting Group.

Setiap tahun Top Brand Inde merek ini selalu masuk tiga besar dan di atas 10% yang merupakan syarat minimal meraih Top Brand Award.

Kisah sukses dari cerita bisnis Kobe ini tentu tidak hadir begitu saja, melainkan buah dari kerja keras yang dilakukan PT. Kobe & Lina Food dalam membangun merek Kobe.

Bagaimana tidak?

Tercatat sudah lebih dari 30 tahun Kobe hadir di dalam dapur keluarga Indonesia. Selama itu pula Kobe telah menjadi sebuah brand yang melekat erat, teritama bagi para ibu rumah tangga di Indonesia. Bahkan dalam waktu yang lama tersebut tidak jarang Kobe menjadi merek yang digunakan secara turun temurun dalam satu keluarga, dan menjelma menjadi merek yang lintas generasi.

artikel.tips.bisnis.pemasaran.tepung.bumbu.kobe

Lalu apa tips bisnis yang bisa dipelajari sehingga Kobe menjadi salah satu merek yang disukai masyarakat ?

Berdasarkan penuturan Yenny Purnama, Director Kobe & Lina Food di majalah Marketing diungkapkan bahwa sejak kemunculan pertama kali di Indonesia pada tahun 1979, Kobe berusaha untuk memberikan produk terbaik bagi konsumen. Salah satu kunci keberhasilan Kobe untuk bisa bertahan dan berkembang adalah melalui inovasi-inovasi produk yang sesuai kebutuhan dan keinginan konsumennya.

Terkait inovasi tersebut, hingga kini Kobe telah memiliki berbagai varian tepung bumbu baik untuk menggoreng daging ayam, tahu, temped dan juga pisang goring. Beberapa yang menjadi favorit konsumen adalah Tepung Bumbu Kobe Kentucky Super Crispy dan Tepung Bumbu Original. Selain varian tepung bumbu, Kobe juga memiliki produk lainnya seperti Boncabe dan Gong Puding.

Experiental Marketing

kobe kobe tepung bumbu special 210 gr x 2 pcs  full05 300x300 - Belajar dari Merek Kobe : Menciptakan Loyalitas Melalui Experential Marketing

Selain mengandalkan inovasi produk, Kobe juga berusaha terus membangun komunikasi dengan konsumennya supaya tidak beralih ke merek lain. Untuk itu Kobe lebih berfokus melakukan pemasaran Below The Line (BTL). Melalui cara ini, Kobe menggunakan metode terbaik yaitu langsung berinteraksi dengan masyarakat, memberikan pengalaman kepada mereka dengan praktek cara menggunakan dan mengaplikasikannya ke masakan melalui demo-demo masak atau cooking school.

Apa yang dilakukan oleh Kobe ini merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan pengalaman konsumen yang berkasa. Strategi experiental marketing yang diwujudkan Kobe dengan menggalar demo masak ataupun cooking school ini sesuai dengan target market mereka, yaitu komunitas para ibu.

Experiental marketing juga bisa menjadi sebuah sarana promosi yang murah dan efektif karena biasanya ketika para ibu dalam sebuah komunitas telah merasakan pengalaman menggunakan Kobe, mereka akan menyarankan kepada temannya di dalam ataupun di luar lingkungan komunitas untuk menggunakan produk yang sama.

Konsep experiental marketing yang menekankan pada pengalaman konsumen ini diyakini mampu menciptakan ikatan yang kuat antara merek dengan konsumennya.

Bonding atau ikatan yang kuat merupakan kunci untuk membuat konsumen menjadi loyal agar terus menggunakan Kobe. Dari experiental marketing yang dijalankan ini, manajemen Kobe merasa yakin dan tidak khawatir terhadap competitor yang gencar beriklan di media massa. Marketing tidak hanya sekedar membuat iklan untuk dilihat oleh konsumen, tetapi juga harus membuat konsumen ikut terlibat dan aktif dengan produk yang dipasarkan. Kegiatan marketing sudah seharusnya memberikan pengaruh postif terhadap penjualan suatu produk.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kobe juga sudah mulai melakukan promosi melalui internet. Media sosial seperti Twiter, Youtube dan Facebook pun kini menjadi wadah bagi Kobe untuk melakukan aktivitas promosi dan komunikasi dengan konsumennya.

Sumber :

artikel Majalah Marketing Edisi 08/XV/AGUSTUS 2015, halaman 154-155
(Wicaksono, foto : Istimewa)
gambar : google

tips.bisnis.dan.pemasaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *